Rabu, 17 Juni 2009

Sby Cinta Amerika





JAKARTA - Tim sukses SBY dituding menjadi aktor di balik penyebaran isu kewarganegaraan ganda yang dimiliki Prabowo Subianto. Kubu Prabowo pun menyerang balik SBY yang juga diduga memiliki dua kewarganegaraan.

Hal itu diungkapkan slaah satu anggota tim sukses Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, Hasto Kristianto saat berbincang dengan okezone, Selasa (16/6/2009).

"SBY sendiri pernah menyatakan I love the United State, with all its faults. I consider it my second country. Itu kan ada di dalam bukunya," tegasnya.

Menurut dia, justru sebenarnya yang harus dipertanyakan adalah ungkapan SBY yang menganggap Amerika Serikat sebagai negara keduanya. Merupakan hal aneh, lanjut dia, ketika isu warga negara Yordania yang dimiliki Prabowo diangkat ke permukaan, karena itu adalah isu lama.

Seperti diketahui, Direktur Utama Imparsial Rachland Nashidik dalam sebuah acara di Metro TV mengungkapkan bahwa Prabowo memiliki kewarganegaraan Yordania. Isu tersebut diduga dikaitkan dengan kunjungan Prabowo, yang memiliki hubungan baik dengan Raja Yordania Abdullah, ke Yordania pada 1998.

Berdasarkan hubungan dekat itu pula Prabowo pernah ditawari menjadi warga negara Yordania, tapi ditolak.

Selain itu, pada 1999 Prabowo juga pernah diminta untuk menjadi tim penasihat di militer Yordania, namun hal itu pun ditolak.
http://pemilu.okezone.com/read/2009/06/16/268/229596/tim-prabowo-tanya-balik-kewarganegaraan-sby
Read rest of entry

Sby lebih bahaya dari Soeharto


Puisi Bertutur Emha Ainun Nadjib, Musik Kiai Kanjeng
Dewan Kesenian Surabaya, Komunitas Bangbang Wetan
Taman Budaya ‘Cak Durasim’ 9-10.06.2009

Nostalgia setelah 25 tahun
Pentas ‘Presiden Balkadaba’ 9-10 Juni 2009 pkl 19.30 WIB di Taman Budaya ‘Cak Durasim’ Surabaya ini sebenarnya merupakan semacam ‘nostalgia’ terhadap pementasan yang nuansanya, oleh pelaku yang sama dan di tempat yang sama 25 tahun silam.
Ketika itu Emha Ainun Nadjib mementaskan musik-puisi bersama Kelompok Musik Teater Dinasti Yogya, yang personilnya relatif sama dengan para personil KiaiKanjeng sekarang ini. Bahkan satu dua bentuk pemanggungan, misalnya penggunaan semacam ‘dampar’ di focus panggung, juga diusahakan untuk diulang.

Lebih berbahaya disbanding Suharto
Yang berbeda adalah temanya, karena eranya juga tidak sama. Tetapi model estetikanya, wawasan sosialnya, serta penyikapan politiknya, boleh dikatakan sama seperti 25 th yll. Bedanya ketika itu rezim yang berkuasa adalah Suharto, sekarang rezimnya adalah SBY.

“Secara substansial kekuasaan SBY tidak ada bedanya secara sistem maupun ideologis dengan Orbanya Suharto”, kata Cak Nun, “Cuma SBY sangat beruntung karena belajar dari kesalahan-kesalahan Suharto. Bukan belajar untuk tidak mengulanginya, melainkan belajar untuk menyelenggarakan hal yang sama namun dengan metoda, kehalusan, ketidak-kentaraan dan semacam eufemisme-politis-ideologis yang sesungguhnya jauh lebih berbahaya disbanding rezim Suharto”.


Menurut Cak Nun, berbagai stigma popular yang mendasari kebencian publik kepada Suharto, misalnya KKN, berhasil dimodifikasi oleh SBY melalui retorika politik atau atau aplikasi-aplikasi yang sangat tidak kentara, sehingga ia justru menjadi ‘bintang film’nya banyak rakyat. “Ada baiknya kaum intelektual pengamat politik menyelenggarakan penelitisan yang seksama untuk membandingkan tingkat KKN Suharto dengan SBY”, kata Cak Nun.

Siklus Lima Millenium
KiaiKanjeng mengaransir secara khusus sejumlah musik ‘Balkadaba’ khusus untuk pentas ini. Sementara Emha membawakan lebih dari 8 puisi cukup panjang yang memuat berbagai substansi tema dan problematika bangsa Indonesia.
“Balkadaba itu pijakan untuk berangkat menuju dimensi-dimensi nilai keIndonesiaan yang dipaparkan”, kata Cak Nun, “tapi sebenarnya Balkadaba adalah juga sebuah tema tersendiri yang tak kalah seriusnya. Tentu jangan sekarang saya uraikan itu. Sekedar untuk pintu masuk saja, Balkadaba adalah salah satu hewan yang diizinkan naik Kapal Nabi Nuh, di mana Iblis menyelundup masuk dengan berpegangan pada ekor Balkadaba. Anda silahkan mengassosiasikan Balkadaba dengan kadal, komodo, dinosaurus, sampai ke Dabbah, yakni binatang super raksasa yang akan muncul menandai akhir zaman, di mana Imam Mahdi atau turunnya kembali Nabi Isa AS akan berduel melawannya”.
Secara khusus, menurut Cak Nun, sedikit diungkap juga bahwa posisi kosmis bumi tahun-tahun sekarang ini di bagian terbawah dan bergalir lurus dengan Alcione, pusat dari seluruh matahari yang ada di konstelasi galaksi-galaksi – tidak rasional kalau tidak berpengaruh terhadap instabilitas wadag bumi hingga ke atmosfirnya, terhadap kondisi kejiwaan manusia secara menyeluruh, sehingga akan juga menggiring situasi-situasi sosial dan politik menuju suatu jenis krusialitas yang mungkin dahsyat yang hanya terjadi dalam siklus lima Millenium.

Negara tidak diperlukan lagi
Lantas apa itu Kabinet ‘Laba Untuk Rakyat’? Cak Nun mengemukakan hal itu merupakan respons terhadap dua tema besar bangsa Indonesia saat ini. Pertama, Presiden dan pemerintahan macam apa serta sistem kenegaraan bagaimana yang sesungguhnya dibutuhkan rakyat sekarang dan ke depan. Kedua, secara khusus karena ada isyu Neo-Liberalisme.
“Intinya”, kata Cak Nun, “Pemerintahan 5 tahun ke depan ini akan menyempurnakan pelaksanaan suatu sistem yang selama ini memang sudah dilaksanakan. Penyempurnaan itu akan membawa kita ke logika bahwa sudah tidak diperlukan lagi adanya Negara, apalagi Pemerintah. Dengan demikian Pemilu juga tidak secara hakiki diperlukan, sebab Pemerintah yang dipilih akan tidak memiliki keberdayaan apa-apa untuk memperjuangkan kebutuhan rakyatnya. Yang disebut Ekonomi Kerakyatan juga tidak masuk akal di dalam Neo-Liberalisme”.
“Kita neo-liberal saja: yang menang adalah siapa yang modalnya kuat dan yang trampil sebagai kapitalis. Tidak diperlukan perlindungan sosial, nurani kemanusiaan, toleransi budaya, juga tidak diperlukan kepercayaan antar manusia dan antar apapun, karena segala sesuatunya ditentukan oleh transasi teknis di manusia tidaklah bisa dipercaya.”
Bahkan menurut Cak Nun, kreativitas seni budaya dan ilmu juga tidak diperlukan, Dewan Kesenian Surabaya hanya dipertahankan oleh kekuasaan untuk pantes-pantes. Kreativitas diperlukan sebatas mau patuh kepada pasar bebas. Yang utama pada manusia bukan martabatnya, keluhuran budinya atau kreativitasnya, melainkan apakah ia bisa memproduk sesuatu yang laku secara keuangan. Dagang dan laku itu penting, tetapi tidak sampai batas menghina martabat manusia dan kemanusiaan seperti yang sekarang berlangsung dan akan lebih disempurnakan keberlangsungannya.
Read rest of entry

Sby bersama Adelin Lis



Gus Dur: Adelin Lies Bertemu Ibu Ani

Liputan6.com, Jakarta: Juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng menyangkal pernyataan mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang mensinyalir ada pertemuan antara ibu Ani Yudhoyono dan Adelin Lies, sebelum buron. Menurut Andi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganggap isu itu adalah berita bohong. "Saya mengatakan itu berita bohong," kata dia. Andi juga menegaskan, Presiden dan Ibu Ani selalu menjaga untuk tidak bertemu dengan orang-orang yang bermasalah.

Namun, Gus Dur yang ditemui dalam salah satu acara mengaku sumber yang mengetahui adanya pertemuan itu cukup valid. "Kalau saya bohong, silahkan tuntut ke pengadilan," ucap Gus Dur menantang.

Adelin Lies adalah tersangka kasus pembalakan liar di kawasan Mandailing Natal, Sumatra Utara. Akibat pembatatan hutan secara ilegal itu negara dirugikan hingga Rp 150 triliun. Namun, oleh Pengadilan Negeri Medan Adelin Lies divonis bebas dan kini menjadi buronan polisi dalam kasus pencucian uang

udah dihapus liputan 6 tapi masih ada Chachenya....
http://74.125.153.132/search?q=cache...=opera&strip=1

NAPA koq dihapus yah....




Jakarta - Bukan Gus Dur namanya kalau tidak melemparkan pernyataan kontroversial. Pernyataan terbarunya: Adelin Lis mampir ke Cikeas, kediaman pribadi Presiden SBY.

Gus Dur mengaku mendapat informasi yang mengaitkan istri Presiden SBY, sang Ibu Negara Ani Yudhoyono, dengan terdakwa penebangan liar yang divonis bebas oleh PN Medan 5 Juli 2007. Adelin hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

"Tahu Adelin Lis? Setelah dibebaskan mahkamah (PN Medan), dia ke Cikeas. Saya dengar menemui Bu Ani," ungkap Gus Dur.

Informasi tersebut ia sampaikan dalam diskusi radio bertajuk 'Kongkow dengan Gus Dur' di Kedai Tempo, Jl Utan Kayu 68, Jakarta, Sabtu (24/11/2007).

Sayangnya, mantan Presiden RI ini tidak memberikan penjelasan lebih rinci atas pernyataan yang mengagetkan itu. Ketua Umum Dewan Syuro PKB ini malah meminta agar informasi itu dikonfirmasikan langsung kepada yang bersangkutan.

"Kok tanya ke saya? Tanya ke Susilo (Presiden SBY) dong. Kalau tidak ada jawaban, kan artinya benar," jawabnya kepada detikcom yang meminta penjelasan lebih lanjut.
http://www.detiknews.com/read/2007/11/24/123532/856985/10/gus-dur-adelin-mampir-ke-cikeas
Read rest of entry

Ayo kita dukung sby lanjutkan !!!










Read rest of entry
 

Followers

SBY Presidenku Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono Copyright © 2009 Gadget Blog is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal